7 Perilaku Salah Dalam Investasi Saham

7 Perilaku Salah Dalam Investasi Saham

Seperti yang kita ketahui investasi saham salah satu investasi yang cukup menjanjikan dengan keuntungan tinggi dan banyak orang mulai menyisihkan dana mereka kepada saham perusahaan tertentu dengan niat investasi. Saham memang sangat menjanjikan dalam mendatangkan keuntungan tetapi dibalik itu semua ternyata ada resiko yang cukup tinggi saat investasi dalam jangka yang pendek. Harga turun naik saham memang tidak bisa kita duga sebelumnya tidak selalu dalam hitungan bulan dan minggu, tetapi hitungan jam harga saham bisa berubah.

Dalam melakukan sesuatu hal kita harus mempunyai rencana termasuk melakukan investasi saham karena jika tidak mempunyai rencana dan pengetahuan yang cukup dalam investasi saham maka kita akan mengalami kerugian yang cukup besar bahkan bisa menyebabkan kebangkrutan. Inilah langkah dan perilaku yang salah dalam investasi saham yang harus anda hindari.

1. Sikap Tidak Sabar.

Jika anda salah satu orang yang tidak sabar dalam segala hal maka sebaiknya anda melatih kesabaran dalam melakukan investasi saham. Sikap sabar sangat dibutuhkan dalam mendapatkan profit yang cukup tinggi dalam investasi ini. Jika anda membeli dalam jumlah yang cukup besar lalu dalam jangka pendek menjual kembali maka resiko ini sangat tinggi sekali mengalami kerugian.

2. Tidak Melakukan Riset.

Sebelum anda memulai investasi saham sebaiknya anda memperbanyak mencari informasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan setidaknya sedikit pengetahuan resiko dan keuntungan bisa anda dapatkan jika melakukan investasi saham. Jika anda melakukan riset jangan lupa untuk melihat izin dari produk yang akan anda investasikan dan sudah diawasi oleh (OJK) Otoritas Jasa Keuangan demi menghindari penipuan investasi bodong.  

3. Terlalu Menghayal Keuntungan Tinggi.

Inilah sikap yang harus anda hindari dalam investasi saham karena harga saham tidak selalu stabil dalam angka yang tinggi bisa aja harga saham anjlok ke titik sangat rendah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit. Jika anda mempunyai sikap menghayal yang tinggi akan mendapatkan keuntungan besar maka anda akan merasa sangat tertekan mental dan jatuh sakit karena hal yang anda mimpikan tidak sesuai kenyataan.

4. Mengambil Terlalu Keputusan Yang Beresiko.

Melakukan keputusan yang beresiko memang perlu dalam berinvestasi, tetapi jika anda tidak mempunyai keahlian dan pengetahuan yang cukup kemudian membeli dengan nilai yang besar maka yang hanya bisa anda dapatkan adalah kerugian. Disarankan anda melakukan riset, perhitungan matang dan belajar kepada yang lebih ahli.

5. Mencampurkan Sumber Modal.

Mencampurkan modal adalah salah satu perilaku awal dari masalah dalam melakukan investasi. Jika anda melakukan investasi dengan sumber modal kebutuhan keluarga dan tidak memisahkan antara keduanya ini bisa menimbulkan masalah. Sewaktu - waktu investasi anda mengalami kerugian yang cukup tinggi dengan modal yang anda gunakan adalah modal kebutuhan keluarga maka satu keluarga akan menanggung kesulitan disebabkan oleh anda.

6. Takut Akan Kerugian.

Terlalu berani mengambil resiko memang tidak baik dalam investasi tetapi takut akan kerugian juga dapat mendorong anda tidak akan mencapai keuntungan yang tinggi. Investor jenis ini akan melakukan investasi kecil dan gemar mencairkan profit yang kecil, tetapi jika mengalami saham cut loss ia akan tetap bertahan dan menunggu harga saham akan naik baru mencairkan kembali justru inilah yang membuat investor mengalami kerugian.

7. Mudah Terlalu Panik

Jika saham perusahaan sedang jatuh beberapa investor akan mengalami panic selling dimana keadaan ini seorang investor akan menjual sahamnya dengan harga yang murah karena ketakutan akan jatuh lebih rendah lagi. Lebih baik anda menenangkan diri anda kembali sebelum anda menjual seluruh saham yang anda miliki dalam sebuah perusahaan sebab bila anda mempunyai saham perusahaan tersebut keuntungan perusahaan akan bisa didapatkan.

Itulah 7 perilaku salah dalam investasi saham sebaiknya anda hindari dan evalusi sebelum mendapatkan kerugian dan masalah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel